Senin, 08 Februari 2010

Dan Bill Itu Datang Lagi...

Bill yang gw maksud bukan nama orang. Bukan juga nama makanan berbentuk bulat pipih berwarna kecoklatan dengan rasa manis dan garing di pinggir. Itu cucur namanya.

Bill yang gw maksud adalah sesuatu berbentuk lembaran lembaran kertas berisikan rincian tarif kamar dan lama inap seorang pengunjung hotel disertakan dengan segala transaksi si pengunjung seperti F&B (Food & Beverage), Laundry, Telepon Order dan fasilitas lain yang disediakan hotel.

Ya…dialah Bill Hotel…

Mimpi buruk gw…

Perusak mood dan penghancur kesenangan gw…

Bill adalah utusan iblis yang mengganggu ketentraman hidup dan merenggut masa muda gw…

Dan si sempak bill ini juga yang menyebabkan gw mengidap “Syndrom Nomoros Billingitis”, dimana ketika gw menatap muka orang maka muka orang tersebut seperti bernomor bill. Syndrom ini disertakan juga dengan gangguan indera penciuman dan indera perasa, yang mana apapun yang gw telan rasanya selalu sama, rasa bill. Dan dimanapun gw berada “Bau Bill” itu selalu bisa gw rasakan. Even gw lagi di kolong meja sekalipun.

Inti nya adalah : hidup gw tidak lagi aman dan tentram semenjak kehadiran si Bill tak tahu adat ini.

Dan….

Ini bukan kali pertama si bill datang menghancurkan hidup gw…

November 2009 adalah bulan terkutuk itu…

Dimana malam sebelumnya bulan purnama muncul diiringi lolongan serigala pertanda akan terjadi sesuatu yang buruk.

Maka, datanglah anak setan utusan iblis ini menjelma menjadi sebuah bill…

Sembilan kardus bill lebih tepatnya.

Dia datang menghampiri gw dengan cara licik dan picik. Yaitu melalui bos gw.

Bagi mata yang tidak terlatih mungkin memang sulit melihat wujud asli dari si bill. Mungkin bill bisa memperdaya bos gw, tapi tidak dengan gw...dengan mata telanjang pun bisa gw lihat aura jahat si bill.

Tapi bos gw terlanjur terpedaya oleh tipu muslihat bill, apa mau dikata…titah bos tidak mungkin gw lawan.

Pilihannya adalah : Input bill-bill jahanam ini atau hidup menggembel di bawah kolong jembatan.

Dan gw pilih menginput bill. Pilihan yang akhirnya gw sesali.

Menginput bill. Kedengarannya memang sederhana.

Tapi ingat…bill yang harus diinput bukan selembar dua lembar.

Bill-bill ini ada 9 kardus teman-teman. SEMBILAN KARDUS.

Satu kardus berisikan bill hotel selama 6 bulan. Sembilan kardus artinya ada 4 tahun setengah bill hotel yang harus diinput.

NENEGRANDONG.

Beruntungnya gw hidup di abad 21, dimana Microsoft Office Excel sudah diciptakan lengkap dengan segala fungsi rumus rumusnya yang ajaib itu.

Rumus-rumus ajaib ini senjata gw. Cukup dengan menginput nomor kamar, maka tarif kamar pun secara otomatis keluar pada cell yang sudah diberi rumus. Kemudian cukup input lama inap, rumus-rumus ajaib itupun secara otomatis menampilkan omzet hotel.

Dan gw pun ber-bakumbakero ria.

Tapi ternyata kemudahan yang diberikan oleh rumus-rumus ajaib tidak lantas mengalahkan 9 kardus bill begitu saja.

Menghabiskan 1 kardus bill aja uda bikin gw pengen gantung diri. Apa kabar nginput 9 kardus??

Bakumba-kumba-kumba-kumba kero pun tidak lagi gw senandungkan.

Selama menginput bill, Syndrome Nomoros Bilingitis datang mengganggu konsentrasi gw.

Pernah suatu saat gw minum air putih, tapi tebak rasa apa yang ada di lidah gw?

Ya…rasa bill.

Dilain kesempatan, pas gw menginput bill dengan penuh semangat tiba-tiba seseorang datang menghampiri gw, mukanya terlalu samar untuk gw kenali tapi “F 10995” jelas terlihat dimuka nya yang samar itu.

Ya…itu nomor bill.

Bahkan saat gw didalam bis menuju kosan pun bau yang tercium oleh gw tetap sama.

Bau bill.

Dan bill juga selalu datang menghampiri mimpi-mimpi gw.

Lambat laun 9 kardus selesai diinput. Dan gw pun terlepas dari cengkraman iblis.

Senggaknya untuk sementara.

Akhir bulan Desember 2009 entah apa salah gw sama dewa matahari, utusan iblis datang lagi masih dengan misi yang sama. Menghancurkan hidup dan merenggut masa muda gw. Bedanya kali ini dia datang dalam wujud “Struk Pembayaran Tempat Hiburan Keluarga”.

Struk-struk ini berukuran mini seperti pada umumnya, dan ada 2 kantong plastik.

Ya...2 kantong....

NENEGRANDONG

Hari berganti hari, 1 kantong plastik pun habis gw input. 1 nya lagi batal di input karena satu dan lain hal.

Gw kembali ber-bakumbakero ria.

Lagi-lagi seenggaknya untuk sementara waktu.

Kalung bawang putih di leher gw rupanya tidak juga mencegah bill datang menghampiri gw pada 4 Februari 2010.

Ini seperti sebuah kutukan.

Bill ini berwarna pink dengan tulisan kriting-kriting. Kasih pita jadi deh hadiah valentine. Sungguh licik taktik si iblis.

Sejauh ini gw baru menginput 30 lembar bill.

Kabarnya ada 4 kardus bill menunggu untuk diinput.

Entah gw harus gimana…pala gw pusing, mata kunang-kunang, gusi berdarah, buang air besar pun jadi tidak lancar memikirkan ini.

Gw tidak bisa menyalahkan bos gw atas peristiwa ini. Bos gw hanya diperdaya.

Bill-bill ini diutus oleh iblis dengan misi menghancurkan hidup dan merenggut masa muda gw, atau bahasa non lebai nya bill-bill ini gw input karena para pemilik hotel itu memperdaya pemerintah supaya ringan bayar pajak yang berimbas gw harus merelakan kehilangan masa-masa asik bermain Country Story dan mengalami tekanan tinggi karena diburu bos menginput bill-bill sempak ini.

Pesan gw dari postingan lebai dengan kalimat acak kadut ini adalah :

“Wahai temanku yang bijaksana…bayarlah pajak sesuai dengan kewajibanmu, jauhkan sifat licik dari hatimu, dan kasihanilah kami yang harus memeriksa satu persatu bill-bill sempakmu itu”

Akhir kata ciii…luukk..baaaaemmmuuuuaacchhh…

Sampai jumpa di postingan berikutnya.

Arrivederci.

Tidak ada komentar: